JAKARTA (Astara.news) — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menggelar pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Selasa (31/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana halalbihalal sekaligus menjadi momentum pengarahan pasca libur Idulfitri.
“Saya ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah bagi yang merayakan. Alhamdulillah kita bisa melewati masa Ramadan ini dengan khusyuk, dengan ketenangan, suasana kondusif, sehingga pelaksanaannya secara nasional bisa berjalan dengan baik. Meskipun ada perbedaan Hari Raya, tetapi itu kita pahami sebagai bagian dari rahmat Allah SWT,” ujar Gus Ipul.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat Ramadan dan Idulfitri dalam menjalankan tugas, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan pentingnya persiapan matang untuk penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat, terutama di 63 titik yang telah beroperasi sejak Juli 2025.
“Tiga bulan lagi, tolong dipersiapkan dengan baik (penerimaan siswa baru),” tegasnya.
Selain itu, ia meminta seluruh kepala sekolah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran, mencakup aspek kesehatan, akademik, fisik, mental, hingga sumber daya manusia seperti tenaga pendidik dan keamanan.
“Semuanya lakukan evaluasi. Laporkan kepada kami, biar kami bisa menganalisis dan memberikan solusi. Kekurangannya apa saja dan keunggulannya apa saja,” ujarnya.
Gus Ipul juga mengingatkan agar siswa yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk yang memerlukan rehabilitasi, dapat ditangani melalui sentra milik Kemensos.
“Kita ingin anak-anak yang tidak sanggup diikutkan dalam proses belajar-mengajar karena satu dan lain hal, itu bisa kita lakukan rehabilitasi di Sentra-Sentra terdekat. Jadi tidak perlu khawatir Bapak-Ibu sekalian, laporkan, kita carikan solusi. Ingat ya bahwa latar belakang mereka beda-beda, dan tidak semua linier,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan prestasi di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM), tanpa mengesampingkan capaian di bidang seni, budaya, olahraga, dan bahasa.
“Dibutuhkan upaya khusus dari Kepala Sekolah, agar prestasi-prestasi di bidang akademik ke depan semakin menonjol,” kata Gus Ipul.
Ia juga berharap setiap Sekolah Rakyat memiliki kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang dapat menjadi daya tarik saat menerima kunjungan tamu.
Dalam pertemuan tersebut turut disampaikan laporan kepulangan siswa pascalibur Lebaran, salah satunya dari Kepala SRMP 15 Mojokerto, Heri Susanto, yang menyebut seluruh siswa telah kembali ke sekolah. Ia juga menyampaikan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat.
“Jadi banyak yang bertanya, bagaimana caranya masuk Sekolah Rakyat, semua jadi pada ingin,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum.
“Jadi nanti yang ada di data (DTSEN), akan dijangkau, kemudian nanti ada pihak dari Dinsos, ditetapkan Kepala Daerah, ditandatangani, lalu ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” pungkasnya.
