SEMARANG (Astara.news) – Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. menegaskan, pencak silat tidak hanya merupakan cabang olahraga, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperkuat kebersamaan.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (8/8/2026).
“Seni bela diri merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Seni bela diri akan membentuk karakter, kerja sama, dan kebersamaan,” ucapnya.
Menurut Ahmad Luthfi, pencak silat juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan. Namun, nilai penting lainnya adalah kemampuannya dalam menumbuhkan persatuan dan kesatuan serta membangun karakter bangsa.
“Namun, yang tidak kalah penting adalah perannya dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta membangun karakter bangsa,” katanya.
Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi karena Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 11.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan dari lima negara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan segenap masyarakat Jawa Tengah, saya mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Semoga Muktamar ini menghasilkan keputusan-keputusan yang konstruktif bagi organisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya memadukan kekuatan fisik yang dibangun melalui latihan bela diri dengan iman, takwa, dan akhlak.
Menurutnya, perpaduan tersebut dapat membentuk generasi berjiwa kesatria yang mampu berdiri tegak di atas kebenaran sekaligus membela kepentingan masyarakat.
“Tapak Suci bersama seluruh kelompok bela diri di Indonesia melatih fisik untuk membentuk jiwa kesatria, jiwa futuwwah (dermawan), yang selalu berdiri tegak di atas kebenaran, kebaikan, dan keluhuran, serta membela kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Haedar mengatakan, pembangunan bangsa harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pembangunan kesehatan jiwa dan raga. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan penggalan lagu Indonesia Raya, yakni “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.”
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang dalam penyelenggaraan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Menurut Haedar, hubungan antara Muhammadiyah dan pemerintah perlu terus diperkuat.
Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam kesempatan itu, Kapolri menerima penganugerahan sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Listyo Sigit berharap kolaborasi antara Polri dan Tapak Suci dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pembukaan cabang latihan di lingkungan kepolisian serta upaya bersama dalam menjaga masyarakat dan generasi muda dari berbagai ancaman.
“Kita bersama-sama menjaga kesejukan melalui cooling system, serta menjaga agar masyarakat dan generasi muda tidak terpengaruh disinformasi dan misinformasi, terjerumus dalam bahaya narkoba dan judi daring,” ujarnya.
Menurut Kapolri, filosofi pendekar yang membela kebenaran dan melindungi masyarakat, khususnya mereka yang lemah, memiliki kesamaan dengan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menilai kedisiplinan, kerja keras, dan keuletan para pendekar Tapak Suci merupakan modal penting bagi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.
