CILACAP (Astara.news) – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 di Sindoro Hotel Cilacap by Conary, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan tersebut diikuti 115 peserta yang terdiri atas pelatih, penggerak olahraga, dan pendamping Special Olympics Indonesia (SOIna) se-Kabupaten Cilacap.
ToT ini menjadi bagian dari upaya Kemenpora meningkatkan kapasitas sumber daya manusia olahraga disabilitas sekaligus memperluas ekosistem olahraga yang inklusif di daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Plh. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Dr. Budi Ariyanto Muslim, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cilacap Budi Narimo, S.Sos., M.Si., Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Kabupaten Cilacap Gontho Pramuhargono, serta para peserta dan pemangku kepentingan olahraga disabilitas di Kabupaten Cilacap.
Program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas merupakan tindak lanjut dari program pembinaan olahraga disabilitas Kemenpora. Program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan serta mampu menjangkau masyarakat penyandang disabilitas hingga tingkat daerah.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penggerak yang menyebarluaskan praktik pembinaan olahraga disabilitas di lingkungan masing-masing.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cilacap Budi Narimo mengapresiasi Kemenpora RI yang telah memilih Kabupaten Cilacap sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, olahraga merupakan kebutuhan universal yang dapat diikuti oleh siapa pun tanpa membedakan usia, gender, maupun kondisi fisik.
“Olahraga tidak hanya membuat kita bergerak atau berkeringat, tetapi juga membentuk karakter, menjaga keseimbangan jiwa dan raga, serta menjadi refleksi nilai-nilai kehidupan. Semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berolahraga dan berprestasi,” ujar Budi Narimo.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber, yakni Andhica Harfie, Nur Agung Martopo, dan dr. Ray Indra Wibowo, Sp.KFR.
Materi yang diberikan meliputi kebijakan olahraga disabilitas, klasifikasi atlet, identifikasi bakat, strategi pengembangan dan pemberdayaan, hingga metode kepelatihan.
Selain pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik uji bakat dan penyusunan program latihan. Praktik tersebut ditujukan agar peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam langkah-langkah pembinaan yang lebih konkret.
Kemampuan peserta kemudian dievaluasi melalui pre-test, post-test, dan praktik mengajar. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman sekaligus kemampuan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Kabupaten Cilacap Gontho Pramuhargono mengapresiasi dukungan Kemenpora RI terhadap pengembangan olahraga disabilitas di daerah.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi pengurus, pelatih, ofisial, maupun atlet untuk terus mengembangkan olahraga disabilitas di Kabupaten Cilacap.
Melalui ToT tersebut, Kemenpora RI berharap semakin banyak penggerak olahraga disabilitas yang mampu memperluas partisipasi masyarakat penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga diharapkan dapat mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga disabilitas secara berkelanjutan di berbagai daerah.(*)
