MAGELANG (Astara.news) — Dalam upaya mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang kembali menyelenggarakan serangkaian program pelatihan kerja. Program tersebut mencakup Pelatihan Bahasa Jepang, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II, serta Pelatihan Digital Marketing dan Content Creator.
Acara pembukaan pelatihan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, yang mewakili Bupati Magelang di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang pada Rabu (10/6/2026).
Bersamaan dengan kegiatan tersebut, turut dilangsungkan penutupan PBK Gelombang I yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
David Rudiyanto menegaskan bahwa rangkaian pelatihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, dan mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di wilayahnya.
“Pelatihan bahasa Jepang yang kita buka hari ini, merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya dalam memanfaatkan peluang kerja di Jepang,” ujar David dalam sambutannya.
Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi dan pemasaran digital dirancang secara spesifik untuk memperkuat daya saing masyarakat. Utamanya dalam merespons tuntutan dunia kerja modern, industri kreatif, serta sektor kewirausahaan yang membutuhkan keterampilan praktis.
Ia pun berpesan agar para peserta dapat memaksimalkan kesempatan ini sebagai pijakan karir mereka ke depan.
“Disiplin, fokus, dan tidak mudah menyerah, merupakan modal penting untuk meraih keberhasilan. Apa yang ditanam hari ini akan menjadi hasil yang dipanen di masa depan,” katanya.
David juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengelola DBHCHT dan seluruh pihak yang terlibat.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting, dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh, memaparkan bahwa program ini berkontribusi pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Magelang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT terus menunjukkan tren positif, yakni turun dari 3,55 persen pada 2024 menjadi 3,52 persen pada 2025.
Terkait Pelatihan Bahasa Jepang, Siti menyebut bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Baznas Kabupaten Magelang yang menyasar masyarakat kurang mampu sesuai data VDK desil 1 dan 2. Tujuannya adalah membekali peserta untuk dapat bersaing di bursa kerja Jepang sekaligus mengangkat kesejahteraan ekonomi keluarga.
“Seluruh program ini merupakan implementasi visi pembangunan Kabupaten Magelang, yaitu Makmur Rakyate, melalui peningkatan kompetensi, perluasan akses kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap Siti Zumaroh.
Manfaat langsung dari program ini sangat dirasakan oleh para peserta. Fitrotul Puji Wahyu Sari (23), seorang peserta pelatihan menjahit asal Campurejo, Kecamatan Windusari, mengaku memperoleh bekal yang komprehensif untuk rencana bisnisnya.
“Sebelumnya saya sudah menjahit, tetapi masih sebatas menerima permak pakaian. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya belajar mulai dari membuat pola hingga proses finishing. Insyaallah ke depan saya lebih siap untuk membuka usaha jahit sendiri,” ucap Fitrotul.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan kapasitas dan jangkauan program serupa pada masa mendatang.
“Semoga pelatihan seperti ini bisa diperluas lagi dan kuotanya ditambah, karena peminatnya sangat banyak. Kalau bisa juga dilaksanakan di setiap kecamatan, agar masyarakat di desa-desa yang belum mendapatkan informasi dapat lebih mudah mengikuti pelatihan,” tuturnya.
Sebagai informasi, rincian peserta pada gelombang ini mencakup 64 orang pada PBK Gelombang II (kejuruan las, bubut, mesin frais, bahasa Inggris untuk frontliner, dan teknisi telepon seluler), 20 orang untuk Pelatihan Bahasa Jepang, dan 20 orang pada pelatihan Content Creator dan Digital Marketing. Sementara itu, penutupan PBK Gelombang I mencetak 46 lulusan dari tiga kejuruan.(*)
