SEMARANG (Astara.news) – Produktivitas pangan di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 berhasil memenuhi target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut menjadi langkah awal untuk meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu penumpu utama pangan nasional.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, pemerintah pusat menargetkan produksi padi di Jateng sebesar 11 juta ton gabah kering panen (GKP) pada 2025, dan target tersebut telah terpenuhi.
“Pemerintah pusat menargetkan Jawa Tengah memproduksi 11 juta ton padi GKP. Untuk produktivitasnya, target tersebut sudah terpenuhi,” kata Ahmad Luthfi dalam keterangan resmi di Semarang, Sabtu, 3 Januari 2026.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11,38 juta ton GKP atau setara dengan 9,4 juta ton gabah kering giling (GKG).
Produktivitas tersebut berasal dari luas tanam padi sekitar 2,03 juta hektare dengan luas panen mencapai 1,67 juta hektare. Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah masuk dalam tiga besar kontributor beras nasional.
Selain padi, produktivitas jagung di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3,84 juta ton dengan luas panen 612.373 hektare, menjadikannya kontributor terbesar kedua secara nasional. Sementara itu, produktivitas kedelai mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare dan menjadi kontributor terbesar nasional.
Menurut Ahmad Luthfi, capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam menghadapi tantangan pangan pada 2026 sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Sesuai peta jalan pembangunan Jawa Tengah, pada 2026 provinsi ini ditargetkan mampu mencapai swasembada pangan dan memperkuat perannya sebagai penumpu pangan nasional.
“Kita harapkan pada 2026 produktivitas pangan di Jawa Tengah dapat terus meningkat,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas tersebut, pemerintah provinsi terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung pertanian sejak 2025. Selain itu, upaya menjaga luas lahan pertanian agar tidak beralih fungsi dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY Sri Muniati memastikan ketersediaan pangan di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga Juni 2026. Saat ini, stok beras di Jawa Tengah tercatat mencapai 339.094 ton.
Selain stok yang aman, realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 tercatat sebesar 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.
“Masyarakat tidak perlu cemas karena ketersediaan beras sangat cukup dan harga relatif stabil,” kata Sri Muniati.
Ia menambahkan, penyerapan hasil panen membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk koordinasi dengan dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah serta dukungan TNI dan Polri, agar hasil produksi dan panen dapat diserap secara optimal oleh Jawa Tengah sendiri. (*)
