MALANG (Astara.news) — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia kini telah menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor strategis. Di tengah tantangan global dan ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mengakselerasi pembangunan di sektor energi dan industri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Panen Raya Serentak yang diselenggarakan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (17/07).
Dalam pidatonya, Kepala Negara memaparkan sejumlah pencapaian monumental, mulai dari reaktivasi blok gas raksasa yang sempat terhenti, hingga inovasi bahan bakar nabati yang diakui dunia.
“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,”ujarnya.
Keberhasilan memproduksi B50 (campuran biodiesel 50 persen) ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menekan angka impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Tidak berhenti pada pencapaian tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah strategis lanjutan untuk memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan bioetanol.
Terkait dengan pengembangan bioetanol, Presiden menyampaikan komitmen tegasnya untuk membangun puluhan pabrik baru guna memenuhi kebutuhan energi nasional dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.
“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa,” tegasnya
Selain fokus pada kemandirian energi, pemerintah juga menaruh optimisme yang tinggi terhadap kapasitas dan kemajuan industri manufaktur nasional. Presiden berjanji bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan segera meluncurkan kendaraan bermotor produksi dalam negeri sebagai tonggak kebangkitan industri otomotif nasional.
“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,”lanjutnya.
Kemandirian di sektor pertahanan juga tidak luput dari sorotan utama. Presiden memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap industri pertahanan lokal yang produknya kini tidak hanya digunakan secara luas oleh TNI dan Polri, tetapi juga mengantarkan prajurit Indonesia meraih prestasi gemilang di kancah kompetisi menembak internasional.
“Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita. SO dari kita,”
Menutup arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat optimisme dan membangun semangat kebangkitan nasional. Kepemimpinan yang kuat, kerja keras kolektif, dan keberanian memanfaatkan kekayaan serta potensi negeri diyakini menjadi kunci utama menuju kemakmuran bersama.
“Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing senang. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit,”tandasnya.(*)
