REMBANG (Astara.news) – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-285, Pemerintah Kabupaten Rembang bersiap menyelenggarakan pameran bertajuk Expo Rembang Bangkit Mandiri 2026. Acara berskala daerah tersebut diagendakan berlangsung di Balai Kartini pada 31 Juli hingga 9 Agustus 2026 mendatang.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengungkapkan bahwa Rembang Expo tahun ini akan melibatkan sinergi dari berbagai pihak. Para partisipan mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi pelayanan publik, hingga pelbagai komunitas kemasyarakatan. Pelaku UMKM lokal diproyeksikan menjadi pengisi utama pameran guna menampilkan beragam produk unggulan daerah.
“Peserta yang akan mengisi itu UMKM lokal sekitar 60 stand atau booth,” ujar Mahfudz, saat ditemui di lokasi Job Fair, Rabu (22/7/2026).
Lebih lanjut, sejumlah instansi pemerintah daerah akan memanfaatkan momentum pameran ini untuk mengoptimalkan pelayanan dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Beberapa instansi yang dikonfirmasi hadir meliputi Dinas Kesehatan beserta Puskesmas, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, hingga Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
“Dari OPD, dinas, instansi nanti juga akan hadir sekitar 15 sampai 16 OPD. Mereka akan mengisi sosialisasi program-program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Total stan sekitar 160 stan,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai medium promosi produk ekonomi kreatif dan wadah optimalisasi pelayanan publik, Rembang Expo 2026 juga akan menghadirkan ragam atraksi hiburan bagi masyarakat. Salah satu suguhan yang diperkirakan akan menjadi daya tarik utama adalah pertunjukan Dinosaur Show.
Di samping itu, pengunjung pameran juga akan disajikan penampilan musik, gelar seni dari pelajar berprestasi, serta perlombaan edukatif bagi anak-anak.
“Di situ nanti akan ada hiburan Dinosaur Show yang menjadi bagian dari kegiatan event ini. Kemudian ada live musik, hiburan dari anak-anak sekolah yang berprestasi, dan juga berbagai lomba untuk TK dan PAUD,” kata Mahfudz.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang promosi yang efektif bagi produk-produk UMKM, sarana edukasi bagi warga, sekaligus ajang rekreasi dalam kemeriahan HUT ke-285 Kabupaten Rembang.
Terkait wacana pertunjukan kembang api pada puncak acara, Mahfudz mengonfirmasi bahwa rencana tersebut kemungkinan besar dibatalkan akibat kendala perizinan yang ketat. Sebagai kompensasi, panitia telah merancang rangkaian hiburan alternatif.
“Untuk kembang api sebetulnya sempat direncanakan, tetapi karena ada perizinan khusus yang harus dipenuhi, kemungkinan tidak jadi dilaksanakan. Namun, masih ada banyak kegiatan hiburan lainnya, termasuk fashion show,” pungkasnya.(*)
