SEMARANG (Astara.news) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan biaya indekos selama tiga bulan bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa secara ekonomi. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng setelah sebelumnya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada para mahasiswa.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, bantuan tersebut merupakan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Menurutnya, gempa yang melanda NTT tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat, termasuk keluarga mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Tengah.
Dampak ekonomi tersebut menyebabkan sebagian keluarga mahasiswa mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, kiriman uang dari keluarga untuk membayar biaya indekos dan kebutuhan sehari-hari turut terhambat.
“Mereka banyak yang terimbas dari gempa. Otomatis, pendapatan keluarganya ada yang menurun, bahkan ada yang tidak bekerja. Pak Gubernur (Luthfi) merespons keinginan mahasiswa itu untuk dibantu biaya kos selama tiga bulan,” ujar Imam, Jumat (9/10/2026).
Untuk merealisasikan bantuan tersebut, Pemprov Jateng bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah dan Bank Jateng. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp374.247.000, terdiri atas bantuan Bank Jateng sebesar Rp348.402.000 dan Baznas Jateng sebesar Rp25.845.000.
Imam menjelaskan, Dinsos Jateng berperan melakukan pendataan faktual, memverifikasi calon penerima manfaat, serta memfasilitasi komunikasi antarlembaga agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, Baznas Jateng menyalurkan bantuan biaya indekos sesuai dengan kriteria pentasarufan zakat. Adapun Bank Jateng memberikan bantuan biaya indekos bagi mahasiswa nonmuslim.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa, sehingga mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan melanjutkan pendidikan di Jawa Tengah.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat bantuan itu sebagai bagian dari perhatian, kepada sesama saudara dalam NKRI,” pungkas Imam.(*)
