Menu
Edit Template

Pemkot Magelang Tekan Jumlah Anak Tidak Sekolah hingga 91,7 Persen

KOTA MAGELANG (Astara.news) — Pemerintah Kota Magelang berhasil menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan. Dari 444 anak yang teridentifikasi sebagai ATS pada 2023, jumlah anak yang belum tertangani pada 2025 tersisa 37 anak. Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 91,7 persen.


Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Magelang memastikan seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, penanganan ATS tidak sekadar berorientasi pada penurunan angka, tetapi juga memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak atas pendidikan.


“Penurunan ini bukan hanya soal statistik, melainkan gambaran nyata dari kerja bersama seluruh perangkat daerah untuk mengembalikan hak anak-anak kita atas pendidikan. Kami tidak ingin ada satu pun anak Magelang yang tertinggal hanya karena kondisi tertentu,” kata Damar di kantornya, Selasa (18/8/2026).


Menurut Damar, langkah Pemkot Magelang dalam menangani ATS telah dilakukan sejak 2023. Upaya tersebut kini semakin diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Handini Rahayu, mengatakan penanganan ATS berawal dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) pada 2023 yang mencatat sekitar 500 anak di Kota Magelang tidak bersekolah.


“Data P3KE menjadi titik masuk awal kami. Tapi data administratif saja tidak cukup untuk menggambarkan kondisi anak secara utuh, sehingga perlu dipadukan dengan verifikasi langsung di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujar Handini.


Bapperida kemudian mengawal penanganan ATS dari sisi perencanaan agar terintegrasi dalam dokumen pembangunan daerah serta selaras dengan kebijakan nasional.
“Target kami bukan sekadar menurunkan angka 37 menjadi nol, tapi memastikan tidak ada lagi anak baru yang putus sekolah. Ini pekerjaan jangka panjang dan butuh sinergi semua pihak, dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menjelaskan bahwa verifikasi lapangan dilakukan melalui Tim Pamong Balai Belajar.


Hasil verifikasi menunjukkan terdapat 444 anak yang benar-benar berstatus ATS, sedangkan 109 data lainnya merupakan data residu yang tidak dapat diverifikasi.
Penanganan kemudian disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Sebagian anak diarahkan ke Satuan Pendidikan Non-Formal (SPNF), sedangkan anak dengan disabilitas atau kondisi psikologis tertentu dapat difasilitasi melalui program homeschooling.


Bagi anak yang mengikuti homeschooling tetapi terkendala sarana belajar di rumah, Disdikbud menyediakan Rumah Balai Belajar sebagai ruang belajar alternatif.


“Rumah Balai Belajar ini penting supaya akses pendidikan tidak berhenti hanya karena keterbatasan fasilitas di rumah. Kami ingin memastikan pintu pendidikan tetap terbuka sesuai kondisi masing-masing anak,” ujarnya.


Meski jumlah ATS telah turun drastis, Pemkot Magelang masih menghadapi tantangan untuk memastikan anak-anak yang telah kembali mendapatkan pendidikan tidak kembali putus sekolah.


Karena itu, upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan ATS, dengan melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah daerah, serta masyarakat secara berkelanjutan.(*)

Trending Post

WhatsApp-Image-2026-11-04-at-2.43
Parade-Alat-dan-Mesin-Pertanian5
WhatsApp-Image-2026-11-04-at-07.22
IMG-20261103-WA0034-1

Politik

Novita
Bahtra

Daerah

Nasional

Bisnis

Bursa-Wirausaha-Unggulan4
Luthfi Dorong UMKM Jateng Naik Kelas dan Perluas Pasar Ekspor
Transformasi-Perhubungan2
Transformasi Perhubungan Jateng Dorong Digitalisasi, Transportasi Ramah Lingkungan, dan Optimalisasi APBD
IMG-20260613-WA0077-1536x1024
Investasi Jawa Tengah Tetap Kokoh, Mal Baru Bermunculan di Berbagai Wilayah
PT-Jati
PT Kota Jati Bantu 20 Tenda UMKM untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Jepara

Olahraga

olahraga-TYyuj
John Herdman Sebut Merdeka Run 2026 Jadi Simbol Persatuan dan Gaya Hidup Sehat
olahraga-31TO0
Tiket Merdeka Run 2026 Ludes dalam Dua Jam, Menpora Erick Thohir Apresiasi Antusiasme Masyarakat
olahraga-tfDS0
Timnas Indonesia Diharapkan Segera Bangkit Pascakekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026
olahraga-e6yHV
Kemenpora Gelar ISS 2026, Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga Global

Hiburan

IMG-20260905-WA0009
Sambut Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang
IMG-20260601-WA0035-1536x1024
Pendar Syahdu Lampion Perdamaian Menghiasi Malam Candi Borobudur
IMG-20260531-WA0007-scaled
Pesona Wisata Jateng Pikat Pasar Global, "Java Experience" Jadi Incaran di BBTF 2026
Ranu-Kumbolo
Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi

Astara adalah media yang mengedepankan kebenaran, ketepatan, dan kaidah jurnalisme dalam setiap informasi yang disajikan.

@ 2025 Astara. All rights reserves