BANJARNEGARA (Astara.news) – Ondhol sepanjang 1.000 meter menjadi pusat perhatian dalam Festival Kunduran Budaya yang digelar di Lapangan Desa Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (27/9/2026). Ribuan warga turut memeriahkan acara tersebut dan memperebutkan butir-butir ondhol seusai prosesi Kunduran.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjarnegara, Mohamad Iqbal, mengatakan, ondhol merupakan salah satu ciri khas kuliner yang tumbuh dari kreativitas masyarakat Wanayasa.
“Ondhol ini salah satu ciri khas makanan yang ditanam dan diolah sedemikian rupa oleh masyarakat, sehingga menjadi karya kuliner yang luar biasa. kata Iqbal.
Iqbal yang mewakili Bupati Banjarnegara juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kuduran Budaya Kunduran. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi hasil kolaborasi berbagai pihak di Wanayasa sekaligus mampu menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat.
“(ini) sangat luar biasa karena berhasil membuat sebuah event yang merupakan kerja sama semua pihak di Wanayasa, yang berhasil membuat semua pengunjung bergembira dan bahagia,” bebernya.
Panitia Kuduran Budaya, Nono Sendawa, mengatakan, Bentang Ondhol sepanjang 1.000 meter merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat Wanayasa. Keterlibatan tersebut mencakup pelajar, pemuda, pria, wanita, hingga kelompok ibu-ibu.
“Alhamdulillah, selain sebagai sarana pelestarian budaya dan kuliner khas, acara ini bisa jadi ajang silaturahmi dan kerukunan warga,” ujar Nono.
Salah seorang warga, Tari, mengaku bahagia dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keunikan Festival Kunduran tidak hanya terletak pada kemeriahan acara, tetapi juga keterlibatan warga dalam proses pengolahan singkong hingga menjadi ondhol.
“Suka sekali dengan acara ini. Selain ramai, kami juga bisa ikut berpartisipasi dalam proses pengolahan ketela hingga menjadi ondhol yang dibentangkan ramai-ramai,” katanya.
Sebagai informasi, ondhol merupakan penganan khas Wanayasa yang dibuat dari singkong parut. Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan digoreng hingga berwarna keemasan.
Dalam Festival Kunduran, ondhol yang telah dibuat kemudian ditusuk dan disambungkan satu sama lain hingga membentuk bentangan sepanjang 1.000 meter.
Festival Kunduran tahun ini melibatkan sebanyak 360 orang penampil. Mereka terdiri atas 32 orang pembawa ondhol, 17 orang pengawal atau bidadari ondhol, 192 orang pembentang, 16 orang pemasang kawat bentangan, 33 orang pelukis lingkaran area bentangan, serta 70 orang penjaga area.
Selain itu, terdapat 10 orang yang bertugas menggoreng ondhol dan 45 orang yang bertugas sebagai penyindik.(*)
