SEMARANG (Astara.news) – Beragam kuliner khas Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri dalam Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (11/9/2026).
Para tamu undangan dan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia tampak menikmati aneka sajian kuliner yang disuguhkan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah makanan khas Jawa Tengah disajikan, di antaranya garang asem, tahu gimbal, nasi rawon, wedang ronde, lumpia, serta berbagai jajanan tradisional seperti wingko dan tahu bakso.
Kafilah Jawa Barat, Agus Samsudin, mengaku menikmati sejumlah kuliner yang disajikan. Menurutnya, makanan khas Jawa Tengah memiliki cita rasa yang enak dan menggugah selera.
“Tadi saya cicipi wedang ronde, tahu gimbal, garang asem, dan nasi rawon,” kata Agus, ditemui usai menikmati sejumlah menu.
Apresiasi serupa disampaikan Rohadi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat. Ia bahkan menyebut lumpia sebagai salah satu makanan yang ingin dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
“Lumpianya enak betul, insyaallah menjadi oleh-oleh utama kami,” ujar Rohadi bangga.
Sementara itu, Nana Triana Samsul Bahri, yang juga berasal dari Kalimantan Barat, turut tertarik dengan lumpia khas Semarang yang menggunakan rebung sebagai bahan isian.
Menurutnya, rebung umumnya dikonsumsi sebagai sayuran di Kalimantan Barat. Namun, di Semarang, bahan tersebut diolah menjadi isian lumpia bersama ayam dan sayuran.
“Kuliner Jawa Tengah mantap,” ungkapnya.
Pujian terhadap sajian kuliner Jawa Tengah juga disampaikan Kepala Biro Kesra Setda Sumatera Selatan, Muhammad Sunarto. Ia menilai makanan yang disajikan dalam acara tersebut sesuai dengan selera para tamu dan kafilah.
“Alhamdulillah syukur pada malam hari ini welcome dinner ini sangat luar biasa, makannya sangat enak dan ini sungguh selera kami. Para kafilah seluruh Indonesia, sangat menikmati,” ujarnya didampingi istri.
Sunarto juga mengaku menemukan makanan yang telah lama diburunya sejak era 1990-an. Makanan tersebut adalah wingko, yang menurutnya sudah ditemuinya sejak tiba di Jawa Tengah.
“Jawa Tengah di Semarang ini sebagai tuan rumah semoga sukses, sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses pemberdayaan,” ujarnya, seraya menyebut makanan favoritnya, garang asem.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kelezatan kuliner Jawa Tengah menjadi salah satu daya tarik daerah tersebut. Beragam pilihan makanan khas dinilai mampu menarik perhatian masyarakat maupun para tamu dari berbagai daerah.
“Di Jawa Tengah itu kulinernya menarik hati. Ada tahu gondrong atau gimbal, ada soto, semuanya ada,” ungkap Luthfi.(*)
