Menu
Edit Template

Kemarau Meluas, Pemkab Rembang Siapkan Rp75 Juta untuk Bantuan Air Bersih

REMBANG (Astara.news) – Pemerintah Kabupaten Rembang terus melakukan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, M Luthfi Hakim mengatakan, hingga saat ini pengajuan bantuan air bersih telah diterima dari tujuh desa dan dua kelurahan.

“Bukan hanya dari desa, beberapa perumahan dan SMPN 3 Kragan juga mengajukan bantuan air bersih untuk menunjang kegiatan wudhu di lingkungan sekolah,” ujarnya, saat ditemui di kantornya, Kamis (27/8/2026).

Luthfi menjelaskan, permohonan bantuan air bersih dari sejumlah desa telah berlangsung sekitar satu bulan lalu. Pengajuan pertama berasal dari Desa Logung. Seiring berlanjutnya musim kemarau, wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih terus bertambah.

Saat ini, BPBD Rembang tengah mempercepat proses administrasi dan pemenuhan regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan penanganan darurat kekeringan. Setelah seluruh proses tersebut selesai, distribusi air bersih akan segera dilakukan.

“Begitu regulasinya selesai, penyaluran bantuan akan segera kami laksanakan, agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” jelasnya.

Untuk mendukung penanganan kekeringan, BPBD Rembang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp75 juta yang dialokasikan khusus untuk kegiatan dropping air bersih.

Selain menggunakan anggaran pemerintah daerah, BPBD juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti perusahaan, BUMN, BUMD, organisasi sosial, hingga forum masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan bantuan apabila kebutuhan air bersih meningkat.

Luthfi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Masyarakat, khususnya petani, juga diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air untuk menjaga ketahanan air dan mengurangi risiko dampak kekeringan.

“Yang pasti mulai menghemat air. Untuk pertanian juga menanam tanaman yang tahan dalam kondisi minim air,” ujarnya.

Selain persoalan ketersediaan air, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan lingkungan. Risiko kebakaran cenderung meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering selama musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah secara sembarangan. Jika pembakaran tidak dapat dihindari, prosesnya harus dilakukan secara aman dan berada dalam pengawasan.

“Jika melakukan pembakaran, harus diawasi dengan ketat dan dipastikan tidak menimbulkan api yang merambat ke area lain,” tegas Luthfi.(*)

Trending Post

WhatsApp-Image-2026-11-04-at-2.43
Parade-Alat-dan-Mesin-Pertanian5
WhatsApp-Image-2026-11-04-at-07.22
IMG-20261103-WA0034-1

Politik

Novita
Bahtra

Daerah

Nasional

Bisnis

Bursa-Wirausaha-Unggulan4
Luthfi Dorong UMKM Jateng Naik Kelas dan Perluas Pasar Ekspor
Transformasi-Perhubungan2
Transformasi Perhubungan Jateng Dorong Digitalisasi, Transportasi Ramah Lingkungan, dan Optimalisasi APBD
IMG-20260613-WA0077-1536x1024
Investasi Jawa Tengah Tetap Kokoh, Mal Baru Bermunculan di Berbagai Wilayah
PT-Jati
PT Kota Jati Bantu 20 Tenda UMKM untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Jepara

Olahraga

olahraga-TYyuj
John Herdman Sebut Merdeka Run 2026 Jadi Simbol Persatuan dan Gaya Hidup Sehat
olahraga-31TO0
Tiket Merdeka Run 2026 Ludes dalam Dua Jam, Menpora Erick Thohir Apresiasi Antusiasme Masyarakat
olahraga-tfDS0
Timnas Indonesia Diharapkan Segera Bangkit Pascakekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026
olahraga-e6yHV
Kemenpora Gelar ISS 2026, Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga Global

Hiburan

IMG-20260905-WA0009
Sambut Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang
IMG-20260601-WA0035-1536x1024
Pendar Syahdu Lampion Perdamaian Menghiasi Malam Candi Borobudur
IMG-20260531-WA0007-scaled
Pesona Wisata Jateng Pikat Pasar Global, "Java Experience" Jadi Incaran di BBTF 2026
Ranu-Kumbolo
Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi

Astara adalah media yang mengedepankan kebenaran, ketepatan, dan kaidah jurnalisme dalam setiap informasi yang disajikan.

@ 2025 Astara. All rights reserves