REMBANG, Astara.news – Penyelenggaraan Kampung Ramadan 2026 di Jalan Gatot Soebroto, sisi timur Alun-alun Rembang, membawa angin segar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejak dibuka, kawasan tersebut dipadati warga yang berburu takjil dan aneka kuliner berbuka puasa. Para pedagang pun mengaku merasakan lonjakan penjualan signifikan.
Rachmat Utama Manggala Akbar, salah satu penjual dimsum, menyebut omzet hariannya bisa menembus lebih dari Rp1 juta.
“Alhamdulillah, sebelum azan magrib banyak dagangan sudah habis. Rata-rata omzet bisa sampai jutaan rupiah per hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (23/2/2026).
Menurut Rachmat, lokasi baru di Jalan Gatot Soebroto dinilai lebih nyaman dibandingkan lokasi sebelumnya di Jalan dr Soetomo. Selain arus pengunjung yang lebih tertib, suasana juga lebih kondusif karena pengunjung berjalan kaki tanpa terganggu lalu lintas padat.
“Lebih enjoy di sini. Kalau di lokasi lama memang ramai, tapi kendaraan padat. Di sini pembeli lebih leluasa berhenti dan belanja,” katanya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan hingga akhir Ramadan agar seluruh stan merasakan dampak positif yang sama.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang, M Mahfudz, menyatakan pelaksanaan Kampung Ramadan tahun ini berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Menurutnya, penataan lokasi yang bebas dari lalu lintas kendaraan menjadi nilai tambah tersendiri.
“Masyarakat yang datang tidak terganggu kendaraan yang melintas. Pengunjung bisa lebih leluasa berbelanja dan menikmati suasana,” jelasnya.
Dengan penataan yang lebih baik, Kampung Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner musiman, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM lokal selama bulan suci.
