KUDUS (Astara.news) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Baru, Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap terkendali serta pasokan bahan pangan aman menjelang Idulfitri 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyusuri sejumlah lapak pedagang. Mereka berdialog langsung dengan pedagang untuk menanyakan harga berbagai komoditas, mulai dari daging ayam, daging sapi, beras, minyak goreng, hingga telur.
Salah satu pedagang daging, Rina, mengatakan harga daging sapi dan kerbau saat ini sekitar Rp140 ribu per kilogram. Meski masih dalam kisaran normal, ia mengaku pasokan daging sapi mulai terbatas.
Sementara itu, pedagang sayur menyebut harga cabai rawit merah sekitar Rp30 ribu per kilogram dan cabai rawit setan sekitar Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tercantum pada papan informasi stabilisasi harga di pasar.
Dalam daftar harga acuan pemerintah, sejumlah komoditas tercatat antara lain beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta telur ayam ras Rp30 ribu per kilogram.
Mendag Budi Santoso mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan kecukupan pasokan bahan pokok menjelang Lebaran.
Menurutnya, pemerintah memantau pergerakan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang mencakup sekitar 550 pasar di lebih dari 500 kabupaten/kota.
“Melalui sistem ini kita bisa memantau perkembangan harga setiap hari. Jika terjadi kenaikan harga, pemerintah bisa segera menentukan langkah intervensi,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pengecekan langsung ke pasar tetap penting untuk memastikan kondisi riil di lapangan, baik terkait harga maupun ketersediaan barang.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kita akan melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga bahan pokok,” kata Luthfi.(*)
