SEMARANG (Astara.news) – Gelaran Jateng Fair 2026 yang diselenggarakan di area PRPP Kota Semarang resmi berakhir pada Minggu (5/7/2026) malam. Penutupan perhelatan tersebut dilakukan secara langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Selama sepuluh hari penyelenggaraan, ajang promosi dan hiburan ini sukses menarik antusiasme publik dengan total kunjungan mencapai sekitar 125 ribu orang serta nilai transaksi yang menyentuh angka Rp5 miliar.
Direktur Utama Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, menyatakan bahwa angka capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencatatkan sekitar 100 ribu pengunjung.
Shafigh menjelaskan bahwa data jumlah pengunjung dihimpun melalui beberapa indikator, seperti kapasitas kendaraan di area parkir, volume penjualan tiket masuk, hingga rekapitulasi data transaksi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut belum mencakup keseluruhan pengunjung secara menyeluruh.
“Karena ada juga pengunjung yang datang menggunakan taksi online, sehingga tidak masuk dalam data parkir. Selain itu, ada sejumlah kegiatan yang dapat diakses secara gratis,” jelasnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Jateng Fair 2026. Ia menilai komitmen dari pemerintah, para pemangku kepentingan, serta jajaran direksi PRPP telah berhasil membangun kepercayaan publik untuk kembali berkunjung ke kawasan tersebut. Menurut Wagub, acara ini memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Satu kata untuk Jateng Fair, luar biasa perputaran uangnya,” ucap Taj Yasin.
Lebih lanjut, Wagub menekankan pentingnya revitalisasi kawasan PRPP agar ke depannya dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang lebih kompetitif. Pihaknya berharap proses penataan kawasan tersebut dapat segera dimulai pada tahun 2027 sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin PRPP kembali menjadi ikon kebanggaan Jawa Tengah,” tutur Gus Yasin, sapaannya.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini sejalan dengan target besar Jawa Tengah di masa depan. “Gong kita pada 2027 adalah pariwisata berkelanjutan. Maka saya berharap revitalisasi ini bisa berlanjut, sehingga menumbuhkan pariwisata-pariwisata yang ada di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Selain menampilkan pameran produk unggulan daerah, Jateng Fair 2026 juga menjadi wadah kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah untuk memamerkan inovasi hasil karya pemerintah daerah, institusi pendidikan, maupun lembaga terkait lainnya. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi peserta pameran terbaik dari berbagai kategori, termasuk pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, hingga sektor swasta.(*)
