JAKARTA (Astara.news) – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas ratusan peserta program Mudik Gratis 2026 dengan moda transportasi kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026). Para pemudik diberangkatkan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Pelepasan ditandai dengan semboyan 40 yang menandai keberangkatan Kereta Api Joko Tingkir menuju Stasiun Solo Balapan. Kereta tersebut mengangkut sebanyak 648 peserta mudik gratis yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sebelum keberangkatan, Luthfi menyempatkan diri menyapa para pemudik di dalam gerbong. Ia juga membagikan souvenir serta berbincang langsung dengan penumpang yang akan menuju sejumlah kota seperti Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Klaten, Solo, Sragen hingga Yogyakarta.
“Seneng napa mboten mudik gratis? Sudah berapa kali ikut? Semoga selamat sampai tujuan,” sapa Luthfi kepada para pemudik.
Ratusan peserta mudik tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan swasta, pengemudi ojek online, pedagang hingga mahasiswa. Mereka menyampaikan rasa syukur atas fasilitas mudik gratis yang dinilai sangat membantu.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menjelaskan bahwa program mudik gratis dengan kereta api dilakukan dalam beberapa tahap pemberangkatan. Selain KA Joko Tingkir yang berangkat pukul 11.50 WIB, terdapat pula KA Tawang Jaya dengan tujuan akhir Stasiun Semarang Tawang yang dijadwalkan berangkat pukul 18.00 WIB. Selain itu, tersedia pula satu gerbong tambahan pada pukul 12.30 WIB.
Menurutnya, fasilitas kereta api ini disiapkan khusus bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kuota mudik gratis menggunakan bus.
“Program ini untuk memfasilitasi warga, khususnya pekerja informal asal Jawa Tengah di Jabodetabek, agar bisa pulang kampung dan merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain kereta api, Pemprov Jateng juga telah memberangkatkan ratusan bus dari Jakarta dan Bandung pada hari sebelumnya.
Salah satu peserta, Legiman, warga asal Purworejo, mengaku sudah beberapa kali mengikuti mudik gratis dengan kereta api. Tahun ini, ia kembali ikut serta bersama saudaranya.
“Mudah-mudahan tahun depan ada lagi. Terima kasih Pak Gubernur, ini membantu sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Rina Setyani dan Nia Retno Setyawati yang merupakan kakak beradik asal Purwokerto, mengaku baru pertama kali mengikuti program tersebut. Mereka bahkan mengajak sang ayah untuk ikut mudik bersama menggunakan kereta api setelah sebelumnya gagal mendapatkan kuota bus.
“Saya tahu dari Instagram. Awalnya coba tiket bus tapi tidak dapat, lalu alhamdulillah bisa dapat tiga tiket kereta,” ujar Rina yang telah delapan tahun bekerja di Jakarta.
Ia menambahkan, persiapan mudik dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya agar perjalanan berjalan lancar dan tidak tertinggal kereta. (*)
