Menu
Edit Template

Dekranasda Jateng Dorong Pelestarian Batik Rifa’iyah melalui Regenerasi Pembatik

BATANG (Astara.news) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong penguatan pelestarian Batik Rifa’iyah khas Kabupaten Batang melalui dokumentasi motif, regenerasi pembatik, serta pewarisan keterampilan kepada generasi muda.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga menyimpan filosofi, sejarah perjuangan, dan identitas komunitas.

Hal itu disampaikan Nawal saat menghadiri Kenduri Batik 2026 di Objek Wisata Hutan Pinus Si Kembang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026). Dia mengajak pemerintah, perajin, komunitas, dan masyarakat untuk berkolaborasi menjaga eksistensi Batik Rifa’iyah.

Menurut Nawal, Batik Rifa’iyah memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Rifa’iyah dalam melawan kolonialisme. Nilai sejarah tersebut menjadikan batik ini tidak sekadar produk kerajinan, tetapi juga representasi perjuangan nilai dan identitas komunitas yang melestarikannya.

“Batik Rifaiyah ini lahir dari perjuangan melawan kolonialisme masyarakat Rifaiyah. Batik Rifaiyah bukan sekadar karya, tetapi juga bagian dari perjuangan-perjuangan sejarah, perjuangan nilai, dan perjuangan identitas komunitas agama yang menjaganya,” ungkapnya.

Selain memiliki nilai historis, proses pembuatan Batik Rifa’iyah juga mengandung dimensi spiritual. Tradisi membatik yang disertai lantunan selawat kepada Rasulullah SAW menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada warisan budaya tersebut.

Namun, keberadaan Batik Rifa’iyah menghadapi tantangan, terutama terkait berkurangnya jumlah motif yang masih dikenal dan dilestarikan. Nawal mengapresiasi langkah Dekranasda Kabupaten Batang yang telah mendokumentasikan motif-motif langka sebagai upaya mencegah hilangnya kekayaan budaya tersebut.

“Karena motif-motif batik Rifaiyah ini sudah banyak berkurang. Jumlah motif batik Rifaiyah yang telah dikenal sebelumnya sebanyak 24 motif tetapi kini tersisa hanya sekitar 16 motif,” ungkap Ketua TP PKK Jateng ini.

Menurutnya, berkurangnya jumlah motif tersebut menjadi pengingat pentingnya pelestarian secara serius dan berkelanjutan. Dokumentasi perlu diikuti dengan pewarisan keterampilan, pembelajaran kepada generasi muda, penguatan komunitas pembatik, serta pengembangan produk yang tetap menghormati nilai-nilai tradisi.

“Kekayaan budaya ini bisa berkurang atau hilang sama sekali, apabila tidak dirawat secara serius dan berkelanjutan, baik oleh pemerintah, baik oleh pengrajin, dan baik untuk masyarakat,” ucap istri Wagub Jateng tersebut.

Nawal menambahkan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar dokumentasi motif yang telah dilakukan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan tradisi membatik. Dengan demikian, Batik Rifa’iyah diharapkan tetap lestari sekaligus mampu berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan karakter aslinya.

Lebih lanjut, dia menilai batik khas Batang memiliki potensi sebagai kekuatan kebudayaan sekaligus aset ekonomi kreatif. Potensi tersebut dapat dikembangkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk batik, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan jumlah perajin dan pelestarian karakter tradisional.

Tantangan regenerasi pembatik juga menjadi perhatian di tengah penurunan jumlah perajin batik di Jawa Tengah. Berdasarkan data Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian untuk periode 2020–2024, jumlah perajin batik dilaporkan mengalami penurunan sekitar 40 persen, dari 82.550 orang menjadi sekitar 49.530 orang.

Melihat kondisi tersebut, Nawal mendorong langkah konkret untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap batik, baik sebagai warisan budaya maupun sebagai peluang usaha. Dukungan kepada para perajin, menurutnya, perlu diperkuat melalui pelatihan, permodalan, pendampingan, serta perluasan akses pasar.

“Maka para pembatik ini harus mendapatkan akses pelatihan, akses permodalan dan perlindungan usaha, diberikan pendampingan desain, teknologi produksi yang sesuai, serta akses pasar baik nasional maupun global,” bebernya.

Untuk memperkuat regenerasi, Nawal juga mendorong keterlibatan sekolah, perguruan tinggi, komunitas kreatif, desainer, hingga pelaku pemasaran digital. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan batik kepada generasi muda sekaligus membuka peluang inovasi produk dan pengembangan pasar.

“Sekolah harus terlibat, universitas perguruan tinggi harus terlibat, komunitas kreatif harus terlibat, desainer juga harus terlibat dan pelaku pemasaran digital agar proses regenerasi berlangsung,” pungkas Nawal.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pelestarian Batik Rifa’iyah diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah dan budaya masyarakat Batang, tetapi juga memperkuat keberadaan perajin serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.(*)

Trending Post

WhatsApp-Image-2026-11-04-at-2.43
Parade-Alat-dan-Mesin-Pertanian5
WhatsApp-Image-2026-11-04-at-07.22
IMG-20261103-WA0034-1

Politik

Novita
Bahtra

Daerah

Nasional

Bisnis

Bursa-Wirausaha-Unggulan4
Luthfi Dorong UMKM Jateng Naik Kelas dan Perluas Pasar Ekspor
Transformasi-Perhubungan2
Transformasi Perhubungan Jateng Dorong Digitalisasi, Transportasi Ramah Lingkungan, dan Optimalisasi APBD
IMG-20260613-WA0077-1536x1024
Investasi Jawa Tengah Tetap Kokoh, Mal Baru Bermunculan di Berbagai Wilayah
PT-Jati
PT Kota Jati Bantu 20 Tenda UMKM untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Jepara

Olahraga

olahraga-TYyuj
John Herdman Sebut Merdeka Run 2026 Jadi Simbol Persatuan dan Gaya Hidup Sehat
olahraga-31TO0
Tiket Merdeka Run 2026 Ludes dalam Dua Jam, Menpora Erick Thohir Apresiasi Antusiasme Masyarakat
olahraga-tfDS0
Timnas Indonesia Diharapkan Segera Bangkit Pascakekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026
olahraga-e6yHV
Kemenpora Gelar ISS 2026, Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga Global

Hiburan

IMG-20260905-WA0009
Sambut Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang
IMG-20260601-WA0035-1536x1024
Pendar Syahdu Lampion Perdamaian Menghiasi Malam Candi Borobudur
IMG-20260531-WA0007-scaled
Pesona Wisata Jateng Pikat Pasar Global, "Java Experience" Jadi Incaran di BBTF 2026
Ranu-Kumbolo
Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi

Astara adalah media yang mengedepankan kebenaran, ketepatan, dan kaidah jurnalisme dalam setiap informasi yang disajikan.

@ 2025 Astara. All rights reserves