Menu
Edit Template

Bencana Alam masih Mengancam, Gubernur Ahmad Luthfi Ingatkan Posko Terpadu Lebaran Terus Pantau

SEMARANG (Astara.news) — Posko pengamanan dan pelayanan Lebaran tidak hanya berfungsi memantau arus mudik, tetapi juga memonitor potensi bencana alam mengingat saat ini masih menjadi ancaman.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat meninjau Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026, di Gedung Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (13/3/2026).

Menurut orang nomor satu di Jawa Tengah ini, sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, tanah longsor, maupun tanah bergerak. Karena itu, petugas posko diminta tetap siaga selama 24 jam, untuk memantau kondisi tersebut.

“Bukan hanya memantau arus pergerakan orang dan barang, tetapi juga monitor daerah yang berpotensi longsor, banjir, dan bencana lainnya,” tegas Luthfi.

Ditambahkan, implikasi Posko Terpadu Lebaran nanti, pemprov bersama instansi terkait, baik TNI, Polri, Orari, RAPI dan lainnya, mampu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai pada saat nanti, baik itu Lebaran, salat hari raya, tempat wisata, kita tidak bisa monitor oleh adanya lemahnya pelayanan masyarakat dengan cara pos aduan yang kita lakukan. Sehingga pos ini gunanya adalah untuk men-delivere (mengatasi) problem,” ujarnya.

Gubernur menyebut, mudik Lebaran merupakan rutinitas tahunan, sehingga aparat hanya perlu menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan situasi di lapangan. Saat memantau Korbid Penanggulangan Bencana Alam, Luthfi berpesan kepada petugasnya agar tanggap dengan cepat manakala ada informasi bencana alam.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko menambahkan, keberadaan Posko Terpadu Lebaran di antaranya memang turut memantau kondisi kebencanaan di berbagai wilayah.

“Arahan dari Pak Gubernur agar keberadaan posko ikut memantau adanya bencana. Korbid Penanganan Bencana Alam juga akan siaga 24 jam, sama seperti posko-posko yang lain,” kata Miko, sapaannya.

Dia menjelaskan, keberadaan posko kebencanaan tersebut memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan secara langsung, jika terjadi peristiwa darurat di wilayahnya. Setiap laporan yang masuk akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait, agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat.

“Jadi masyarakat bisa langsung mengadukan atau menyampaikan informasi, kemudian akan kami konsolidasikan dengan BPBD provinsi, Basarnas, maupun pemerintah kabupaten/ kota,” ujarnya.

Koordinasi lintas instansi itu diharapkan mampu mempercepat respons terhadap berbagai kejadian, seperti banjir, tanah longsor, hingga bencana lainnya, yang berpotensi mengganggu arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Lebaran.

Trending Post

WhatsApp-Image-2026-11-04-at-2.43
Parade-Alat-dan-Mesin-Pertanian5
WhatsApp-Image-2026-11-04-at-07.22
IMG-20261103-WA0034-1

Politik

Novita
Bahtra

Daerah

Nasional

Bisnis

Bursa-Wirausaha-Unggulan4
Luthfi Dorong UMKM Jateng Naik Kelas dan Perluas Pasar Ekspor
Transformasi-Perhubungan2
Transformasi Perhubungan Jateng Dorong Digitalisasi, Transportasi Ramah Lingkungan, dan Optimalisasi APBD
IMG-20260613-WA0077-1536x1024
Investasi Jawa Tengah Tetap Kokoh, Mal Baru Bermunculan di Berbagai Wilayah
PT-Jati
PT Kota Jati Bantu 20 Tenda UMKM untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Jepara

Olahraga

olahraga-TYyuj
John Herdman Sebut Merdeka Run 2026 Jadi Simbol Persatuan dan Gaya Hidup Sehat
olahraga-31TO0
Tiket Merdeka Run 2026 Ludes dalam Dua Jam, Menpora Erick Thohir Apresiasi Antusiasme Masyarakat
olahraga-tfDS0
Timnas Indonesia Diharapkan Segera Bangkit Pascakekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026
olahraga-e6yHV
Kemenpora Gelar ISS 2026, Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga Global

Hiburan

IMG-20260905-WA0009
Sambut Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang
IMG-20260601-WA0035-1536x1024
Pendar Syahdu Lampion Perdamaian Menghiasi Malam Candi Borobudur
IMG-20260531-WA0007-scaled
Pesona Wisata Jateng Pikat Pasar Global, "Java Experience" Jadi Incaran di BBTF 2026
Ranu-Kumbolo
Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi

Astara adalah media yang mengedepankan kebenaran, ketepatan, dan kaidah jurnalisme dalam setiap informasi yang disajikan.

@ 2025 Astara. All rights reserves