SEMARANG (Astara.news) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan 1.000 bantuan sambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu sepanjang 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Gubernur Ahmad Luthfi dalam mewujudkan semangat Ngopeni Nglakoni Jateng, sekaligus memperluas akses energi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengatakan program sambungan listrik gratis merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat menikmati akses listrik secara mandiri.
Pada 2026, sebanyak 1.000 sambungan listrik telah terpasang. Jumlah tersebut menyamai capaian program pada tahun sebelumnya.
“Program ini sudah kami laksanakan di tahun sebelumnya, dan kami lanjutkan di tahun 2026, dengan kuota 1.000 sambungan per tahun,” ujar Agus, Selasa (13/10/2026).
Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero) serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penyediaan akses listrik bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik sendiri.
Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat menikmati penerangan yang memadai serta memanfaatkan listrik untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
“Program sambungan listrik gratis juga diharapkan membantu meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, yang belum memiliki sambungan listrik sendiri,” tuturnya.
Melalui program ini, Pemprov Jateng terus mendorong pemerataan akses energi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jateng yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami selalu akan berupaya hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama kebutuhan energi,” pungkasnya.(*)
