KENDAL (Astara.news) – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meresmikan ekspansi fasilitas manufaktur PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Selasa (6/10/2026).
“Ekspansi tersebut merupakan langkah strategis yang diharapkan semakin menguatkan posisi PT GCPI, serta menciptakan lapangan kerja dengan standar produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar bupati.
Menurutnya, geliat investasi industri memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada triwulan III 2026 secara year-on-year tercatat sebesar 8,57 persen. Capaian tersebut menempatkan Kendal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah.
Bupati menyebut, capaian tersebut salah satunya didorong oleh aktivitas Kawasan Industri Kendal (KIK). Sejak diresmikan pada November 2016 hingga September 2026, KIK telah menarik 143 investor atau tenant dengan total nilai investasi mencapai Rp197 triliun. Investasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 79 ribu tenaga kerja.
Dari total tenant tersebut, sebanyak 72 perusahaan telah beroperasi secara penuh.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kendal akan terus menjaga iklim investasi agar tetap aman, kondusif, dan responsif. Upaya tersebut dilakukan melalui pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan guna mendukung kemajuan ekonomi daerah.
Sementara itu, CEO GCPI Rajesh Sethuraman mengatakan, Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Disampaikan, Godrej telah hadir di Indonesia sejak 2010 dan bisnis perusahaan terus berkembang. Fasilitas baru di Kendal dibangun untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan sekaligus memperkuat platform manufaktur Godrej di Indonesia.
“Tentunya perusahaan ingin terus melayani konsumen di Indonesia. Namun lebih dari itu, kami juga menggunakan ini sebagai peluang untuk mengekspor ke pasar lainnya,” kata Rajesh.
Rajesh menegaskan, perusahana tentunya akan berjalan inklusif bersama masyarakat sekitar, karena pertumbuhan bisnis harus menciptakan lebih banyak peluang bagi komunitas lokal.
Executive Director PT Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum menyambut baik ekspansi GCPI di Kawasan Industri Kendal. Menurutnya, ekspansi tersebut akan mendorong kemajuan ekonomi kawasan sekaligus menambah daftar perusahaan yang telah beroperasi.
“Salah satu kontribusi investasi terbaru datang dari Godrej, yang menanamkan modal sebesar Rp506 miliar khusus di Kendal, dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 680 orang,” kata Juliani.
Juliani menambahkan, sebelumnya terdapat 143 perusahaan di KIK. Dengan hadirnya ekspansi GCPI, jumlah perusahaan yang terdaftar di kawasan tersebut kini bertambah menjadi 144 perusahaan.
“Dari total tersebut, 72 perusahaan sudah beroperasi secara penuh, sementara 27 perusahaan lainnya masih dalam tahap konstruksi,” terang Juliani.
Menurutnya, potensi nilai investasi di kawasan tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan penyelesaian pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang saat ini masih berjalan.(*)
