JEPARA (Astara.news) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik melalui program Kartu Guru Sejahtera (KGS). Program ini hadir sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi para guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendidik keagamaan yang telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Jepara.
Diinisiasi oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, program KGS tahun ini menyasar 15.120 tenaga pendidik. Cakupan penerima manfaat terbilang komprehensif, meliputi pendidik di jenjang PAUD, TK, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), RA, SD dan SMP swasta. Selain itu, program ini juga menjangkau guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, sekolah Minggu, agama lainnya, tutor PKBM, hingga instruktur LKP.
Melalui program ini, masing-masing pendidik menerima bantuan sosial sebesar Rp1,4 juta per tahun. Bagi para tenaga pendidik, bantuan ini bukan semata-mata soal nominal, melainkan bentuk pengakuan atas pengabdian panjang mereka yang telah dijalani dengan penuh keikhlasan.
Esther Sukaenah, seorang guru sekolah Minggu di Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Kancilan yang telah mengabdi lebih dari 13 tahun, menyambut positif realisasi program tersebut. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan perhatian sebesar ini dari pemerintah daerah.
“Bantuan ini sangat membantu, besar sekali bagi kami. Ini benar-benar menjadi berkat,” ujarnya,
saat ditemui di rumahnya, Jumat (31/7/2026).
Esther menambahkan bahwa perhatian dari pemerintah ini memberikan dorongan moral yang signifikan untuk terus melayani dan mendidik generasi muda. Ia berharap program KGS dapat terus berlanjut agar semakin banyak guru keagamaan yang merasakan manfaatnya.
Terkait pelaksanaan program, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa KGS merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah. Terdapat peningkatan signifikan pada jumlah penerima manfaat tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai catatan, pada tahun 2025, program ini menjangkau 10.827 guru dengan alokasi anggaran mencapai Rp19,488 miliar.
“Alhamdulillah, dibanding tahun 2025, penerima manfaat Kartu Guru Sejahtera bisa kita tambah. Ini bukti komitmen kami untuk terus memperkuat kesejahteraan para pendidik di Kabupaten Jepara,” ujarnya, pada peluncuran program tersebut, di Alun-Alun Jepara, Jumat (31/7/2026).
Bupati Witiarso tidak menampik bahwa nominal bantuan tersebut mungkin belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan hidup para tenaga pendidik. Kendati demikian, ia memastikan bahwa Pemkab Jepara hadir dan akan terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan secara bertahap.
“Saya sadar, bantuan ini belum menjawab seluruh kebutuhan guru. Namun saya berharap, perhatian ini menjadi penyemangat bahwa kami hadir, mendengar, dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pendidik,” ungkapnya.
Di akhir kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri mendidik generasi muda Jepara agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
“Jangan melihat besar kecilnya nilai bantuan ini, semoga ke depan nilainya terus bertambah. Dengan sinergi yang kuat, pendidikan di Jepara akan semakin maju dan kita semakin bersemangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.(*)
