Menu
Edit Template

Pemkot Magelang Tata Ulang Taman Kyai Langgeng demi Geliat UMKM dan Pariwisata

MAGELANG (Astara.news) – Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, bersiap melakukan penataan kawasan objek wisata Taman Kyai Langgeng (TKL). Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong geliat ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.


​Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, saat melakukan peninjauan kawasan TKL pada Kamis (16/7/2026), menyampaikan bahwa penataan ruang publik yang baik akan membawa manfaat ganda bagi daerah dan warganya.


​“Tujuan penataan ini adalah mewujudkan kawasan Taman Kyai Langgeng yang lebih tertata, termasuk sistem parkir yang ideal,” ujar Damar usai meninjau area los UMKM di depan pintu masuk TKL.


​Pemerintah optimistis bahwa penataan lingkungan menjadi lebih tertib dan nyaman akan berbanding lurus dengan peningkatan animo kunjungan wisatawan. Peningkatan trafik ini yang kemudian diyakini akan mendongkrak omzet dan kesejahteraan pelaku UMKM setempat.
​“Semua ini merupakan satu ekosistem yang saling berkaitan. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Tujuan akhirnya adalah untuk masyarakat,” katanya.


​Terkait mekanisme pelaksanaannya, Damar memberikan jaminan bahwa proses penataan kawasan ini akan mengedepankan pendekatan humanis tanpa adanya penggusuran. Pemkot Magelang dijadwalkan akan menggelar sosialisasi intensif dan pendataan menyeluruh, serta menyiapkan area usaha pengganti yang lebih representatif agar aktivitas perniagaan masyarakat tidak terputus.


​Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Imam Baihaqi, memaparkan latar belakang sejarah dan kondisi terkini kawasan perniagaan di TKL. Ia menyebutkan bahwa sentra oleh-oleh tersebut mulai dibangun pada tahun 2010 dan diresmikan penggunaannya pada 2012.


​Namun, tren operasional kios UMKM di kawasan tersebut menunjukkan grafik penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari kapasitas awal yang mencapai 160 kios, saat ini hanya tersisa 120 kios fisik, di mana hanya sekitar 40 kios yang tercatat masih aktif menjajakan dagangannya.


​Melalui intervensi penataan ini, Pemkot Magelang menaruh harapan besar agar Taman Kyai Langgeng dapat kembali bersolek menjadi destinasi wisata unggulan yang nyaman, berdaya saing, dan sukses menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Magelang.(*)

Trending Post

WhatsApp-Image-2026-11-04-at-2.43
Parade-Alat-dan-Mesin-Pertanian5
WhatsApp-Image-2026-11-04-at-07.22
IMG-20261103-WA0034-1

Politik

Novita
Bahtra

Daerah

Nasional

Bisnis

Bursa-Wirausaha-Unggulan4
Luthfi Dorong UMKM Jateng Naik Kelas dan Perluas Pasar Ekspor
Transformasi-Perhubungan2
Transformasi Perhubungan Jateng Dorong Digitalisasi, Transportasi Ramah Lingkungan, dan Optimalisasi APBD
IMG-20260613-WA0077-1536x1024
Investasi Jawa Tengah Tetap Kokoh, Mal Baru Bermunculan di Berbagai Wilayah
PT-Jati
PT Kota Jati Bantu 20 Tenda UMKM untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Jepara

Olahraga

olahraga-TYyuj
John Herdman Sebut Merdeka Run 2026 Jadi Simbol Persatuan dan Gaya Hidup Sehat
olahraga-31TO0
Tiket Merdeka Run 2026 Ludes dalam Dua Jam, Menpora Erick Thohir Apresiasi Antusiasme Masyarakat
olahraga-tfDS0
Timnas Indonesia Diharapkan Segera Bangkit Pascakekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026
olahraga-e6yHV
Kemenpora Gelar ISS 2026, Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga Global

Hiburan

IMG-20260905-WA0009
Sambut Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang
IMG-20260601-WA0035-1536x1024
Pendar Syahdu Lampion Perdamaian Menghiasi Malam Candi Borobudur
IMG-20260531-WA0007-scaled
Pesona Wisata Jateng Pikat Pasar Global, "Java Experience" Jadi Incaran di BBTF 2026
Ranu-Kumbolo
Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi

Astara adalah media yang mengedepankan kebenaran, ketepatan, dan kaidah jurnalisme dalam setiap informasi yang disajikan.

@ 2025 Astara. All rights reserves