SEMARANG (Astara.news) — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah untuk Masa Bakti Periode 2025-2029. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat ALTI, Bima Arya Sugiarto, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.
Menanggapi amanah baru tersebut, Sumarno menegaskan bahwa kepemimpinan di tubuh ALTI Jawa Tengah memerlukan kerja keras kolektif. Dirinya menggarisbawahi urgensi kolaborasi yang solid di antara seluruh pengurus cabang guna memastikan akselerasi dan perkembangan olahraga lari trail dapat bergerak secara simultan di wilayah Jawa Tengah.
Sumarno mengungkapkan bahwa salah satu target strategis dari kepengurusan baru ini adalah merancang dan menyusun kalender kejuaraan (event) trail run terintegrasi yang melibatkan berbagai daerah. Program ini didesain agar tidak bersifat eksklusif pada satu daerah tertentu, melainkan menjadi sebuah agenda kolektif yang membawa nama Provinsi Jawa Tengah.
“Kalau bisa event trail run diselenggarakan di semua kabupaten/ kota. Ini yang akan kita lakukan. Kita saling support antarkabupaten, untuk duduk bersama membuat time schedule (jadwal waktu) bersama, sehingga event-nya bukan event kabupaten, tapi event Jawa Tengah,” terangnya.
Sumarno memaparkan bahwa karakteristik geografis dan potensi alam yang dimiliki Jawa Tengah sangat mendukung pengembangan olahraga ini. Bentang alam yang meliputi kawasan pegunungan hingga jalur-jalur natural dinilai memiliki nilai jual tinggi untuk dikonversi menjadi destinasi trail run sekaligus sektor pariwisata baru.
Olah karena itu, ia mengimbau agar setiap pemerintah daerah tidak berjalan secara sektoral dalam menyelenggarakan kegiatan serupa, melainkan harus saling menguatkan demi menciptakan dampak ekonomi dan olahraga yang lebih masif.
“Jadi semua kabupaten juga support. Saya pinginnya Jawa Tengah itu maju bareng-bareng dari semua kabupaten/kota,” ujarnya.
Di samping aspek pengembangan kompetisi, Sumarno menilai olahraga lari trail memiliki peluang besar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penyelenggaraan event yang terstruktur diyakini mampu menstimulus roda perekonomian di sektor pariwisata sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP ALTI, Bima Arya Sugiarto, memberikan proyeksi positif terkait potensi Jawa Tengah. Ia menilai provinsi ini memiliki modalitas yang sangat kuat untuk bertransformasi menjadi salah satu episentrum pengembangan lari trail di tingkat nasional, didukung oleh ketersediaan lokus geografis yang variatif serta basis komunitas pegiat yang besar.
“Jawa Tengah ini punya potensi yang luar biasa, pertama dalam hal lokasi pilihan-pilihan untuk kegiatan trail. Kedua, banyak pegiat trail di sini,” ungkap Bima.
Mantan Wali Kota Bogor tersebut turut memberikan apresiasi tinggi terhadap visi strategis yang diusung oleh ALTI Jawa Tengah dalam menghidupkan event di tingkat kabupaten dan kota. Menurut Bima, esensi dari trail run saat ini telah meluas, tidak hanya bertumpu pada aspek keolahragaan semata, melainkan juga beririsan erat dengan dampak pertumbuhan ekonomi regional.
Bima juga mendorong jajaran pengurus di tingkat provinsi untuk segera mempersiapkan diri guna mengambil peran sebagai tuan rumah dalam kejuaraan nasional (kejurnas) trail run. Salah satu opsi yang sedang dipersiapkan adalah memproyeksikan Jawa Tengah sebagai lokasi penyelenggaraan Kejurnas pada tahun mendatang.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar orientasi pengurus ALTI Jawa Tengah tidak terjebak pada kuantitas penyelenggaraan event semata, namun harus diimbangi dengan perumusan sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan dan terukur.
“Jangan sampai event-nya banyak, tapi pembinaannya diabaikan. Penting, fokus pada pembinaan atlet, sehingga bisa memunculkan atlet-atlet trail yang bisa bertarung, tidak saja di kancah nasional tapi juga internasional,” tegas Bima.(*)
