SEMARANG (Astara.News) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sangat strategis dan menjadi motor penggerak utama dalam rantai produksi pangan, khususnya di Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Sekolah Kader Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Nasional IV Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kantor BPSDMD Jawa Tengah, Jumat (26/6).
Kegiatan yang berlangsung pada 26–30 Juni 2026 tersebut mengusung tema “Globalizing Kopri Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation”.
Di hadapan ratusan kader mahasiswi, Taj Yasin mengungkapkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan modern saat ini justru didominasi oleh kerja keras kaum perempuan.
“Kalau kita melihat di perkebunan maupun di persawahan, yang mendominasi justru perempuan. Mulai dari menanam, merawat tanaman, memetik hasil kebun, hingga panen, sebagian besar dikerjakan oleh perempuan,” ujar Gus Yasin.
Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung, Indonesia hingga kini mampu menjaga ketahanan pangannya. Salah satu faktor penopang kondisi tersebut adalah besarnya kontribusi perempuan yang bekerja di sektor pertanian, mulai dari proses budidaya hingga panen.
Wagub menilai, penguatan peran perempuan yang disertai pemanfaatan teknologi pertanian akan menjadi modal penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.
Ia juga mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global dapat menimbulkan efek domino yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, penguatan ketahanan nasional, terutama di bidang pangan, harus menjadi prioritas.
“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat tinggi. Ini merupakan kekuatan besar yang harus kita manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Sementara itu, Bendahara PB Kopri, Zumrotun Nafisa, mengatakan bahwa Kota Semarang dipilih sebagai lokasi pertama penyelenggaraan SKKN di luar Jakarta karena Jawa Tengah dinilai memiliki warisan intelektual dan spiritual yang kuat serta melahirkan banyak tokoh inspiratif bagi generasi muda.
“Daerah ini dinilai memiliki warisan intelektual dan spiritual yang kuat, serta melahirkan banyak tokoh yang menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan di Semarang bertujuan agar para kader dapat belajar langsung dari daerah yang melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.(*)
