JEPARA (Astara.news) – Masyarakat Dukuh Getaan, Desa Cepogo, Kecamatan Kembang kini tidak perlu lagi khawatir akan ancaman krisis air bersih saat musim kemarau tiba. Fasilitas pemenuhan kebutuhan dasar tersebut kini telah terpenuhi melalui peresmian akses air bersih dari sumur bor baru yang bersumber dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Abibon, menjelaskan bahwa penyaluran infrastruktur air bersih ini merupakan bagian dari realisasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Secara keseluruhan, Bank Jateng membangun tiga titik sumur bor di wilayah Kabupaten Jepara dengan total alokasi anggaran mencapai Rp450 juta.
“Masing-masing berada di Desa Cepogo, Banjaran, dan Kepuk di Kecamatan Bangsri dengan nilai Rp150 juta per lokasi,” tuturnya pada peresmian sumur bor tersebut, Rabu (24/6/2026).
Erik menambahkan, keterbatasan akses air bersih hingga saat ini masih menjadi tantangan serius bagi sejumlah wilayah di Jepara. Oleh sebab itu, pembangunan sumur bor ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus meminimalisasi kerentanan warga terhadap dampak kekeringan.
Langkah taktis Bank Jateng ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Menurutnya, keberadaan fasilitas baru tersebut akan sangat membantu masyarakat sekitar yang selama ini kerap didera kesulitan air bersih ketika musim kemarau melanda. Ia pun berharap kemitraan dan dukungan serupa dapat terus diperluas guna menjangkau asas manfaat yang lebih luas.
“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat. Yang dibutuhkan berikutnya adalah jaringan distribusi air. Semoga program ini bisa berlanjut, sehingga layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Petinggi Desa Cepogo, Sunaryo, merinci bahwa operasional sumur bor ini nantinya difokuskan untuk melayani warga yang berada di wilayah RT 1 dan RT 2 / RW 13. Sebelum fasilitas ini dibangun, sebagian besar masyarakat setempat masih bergantung pada sumur galian dangkal dan sungai untuk beraktivitas. Akibatnya, saat kemarau panjang, wilayah ini rutin mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD Jepara.
“Semoga bisa membantu warga untuk mengatasi krisis air bersih di Dukuh Getaan ketika kemarau,” kata Sunaryo.
Guna menjamin keberlanjutan fasilitas, pengelolaan sumur bor tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Kelompok Masyarakat Srikandi Bening. Selain bertugas mengatur distribusi penggunaan, kelompok masyarakat ini juga bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan dan perawatan berkala komponen sumur bor.
Kehadiran infrastruktur ini disambut positif oleh warga Dukuh Getaan, salah satunya Mutiasih. Ia berharap sumur bor ini mampu menyudahi kesulitan air musiman yang kerap dihadapi warga.
Senada dengan hal itu, Rini, salah seorang pelaku usaha katering setempat, menilai keberadaan fasilitas ini menjadi solusi krusial bagi kelancaran operasional usahanya. Selama ini, produktivitasnya sering terhambat akibat pasokan air dari sumur pribadi yang tidak stabil.
“Debit air sumur di rumah saya sering tidak lancar. Semoga sumur bor ini bisa membantu kebutuhan air warga,” ujar Rini.(*)
