YOGYAKARTA (Astara.news) — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut berpartisipasi sekaligus memberikan suntikan semangat kepada ribuan peserta ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 yang diselenggarakan di Kawasan Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (21/6/2026).
Kehadiran Ahmad Luthfi di lokasi tidak sekadar sebagai tamu kehormatan, melainkan melebur langsung bersama para peserta. Momen penambahan motivasi tersebut terlihat saat sesi pelepasan (flag off) kategori 10K. Atas permintaan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, Luthfi menyempatkan diri untuk menyampaikan pesan pengantar di garis start.
“Lari merupakan gaya hidup yang kita jalani bersama. Saya bangga hari ini ikut bersama rekan-rekan semua,” ujar Luthfi.
Antusiasme tersebut tidak berhenti di garis pelepasan. Terdaftar sebagai peserta pada kategori 5K Fun Run, Ahmad Luthfi secara aktif terus meneriakkan kalimat penyemangat kepada para pelari dari berbagai kategori di lintasan yang dilaluinya.
“Pelari mana suaranya. Semangat. Semangat. Sebentar lagi finis,” teriaknya di sepanjang rute.
Sepanjang perlombaan, sosok yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah tersebut tampak berbaur hangat dengan para peserta maupun masyarakat setempat. Ia melayani permintaan swafoto hingga berpose bersama kelompok penyorak (cheers) yang membawa berbagai poster penyemangat.
Sebagai informasi, Mandiri Jogja Marathon 2026 merupakan agenda olahraga tahunan berskala internasional. Pada edisi kali ini, tercatat sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara ikut ambil bagian dalam empat kategori perlombaan, yakni Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, serta 5K Fun Run.
Mengingat Kawasan Candi Prambanan berada tepat di perbatasan antara DIY dan Provinsi Jawa Tengah, perhelatan ini diproyeksikan memberikan efek ganda (multiplier effect). Perputaran ekonomi dan promosi wisata yang dihasilkan diharapkan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Yogyakarta, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Terkait hal tersebut, Ahmad Luthfi kerap menekankan pentingnya memperbanyak panggung perhelatan olahraga di tingkat daerah. Selain mengampanyekan gaya hidup sehat, hal itu dinilai menjadi instrumen strategis untuk memacu pertumbuhan sport tourism (pariwisata olahraga) sekaligus ekonomi lokal. Ia pun mendorong agar sinergi lintas daerah terus diperluas.
“Di Jawa Tengah, semua daerah saya minta untuk memperbanyak event. Kalau perlu buat kalender event bersama antarkabupaten/ kota atau provinsi di sekitar. Kolaborasi penting untuk pembangunan wilayah,” kata Luthfi beberapa waktu lalu.
Melalui kolaborasi yang terstruktur, pemerataan potensi pariwisata daerah diyakini dapat tereskalasi secara maksimal tanpa terhalang oleh sekat administratif wilayah.(*)
