REMBANG (Astara.news) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen melakukan percepatan penanganan infrastruktur jalan di ruas Sale–Tahunan. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan signifikan, yang berdampak pada terhambatnya mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Bupati Rembang, Harno, menegaskan bahwa perbaikan ruas jalan tersebut telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur daerah tahun ini. Pihaknya menargetkan pekerjaan fisik dapat mulai berjalan pada akhir Juni 2026.
“Ini kita menindaklanjuti usulan masyarakat Kecamatan Sale, tentang jalan yang dilewati banyak truk. Di sini, masih sangat buruk. Kalau musim panas itu bledug (banyak debu), kalau musim hujan seperti ini berlumpur,” ujar Harno saat ditemui di kantornya, Jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut, Bupati Harno memastikan komitmen pemerintah untuk menuntaskan masalah tersebut.
“Akhir bulan Juni ini saya targetkan pekerjaan jalan bisa masuk ke Sale. Kita berusaha menyelesaikan yang Sale akhir bulan ini. Kalau belum memungkinkan, ya kemungkinan awal bulan depan (Juli). Sudah masuk prioritas,” tambahnya.
Mengenai teknis pelaksanaan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menjelaskan bahwa penanganan akan segera dilakukan setelah proses pergeseran anggaran selesai.
“Ruas jalan Sale – Tahunan itu memang direncanakan untuk ada penanganan. Akan tetapi, nanti untuk pelaksanaannya kami mengikuti jadwal pergeseran anggaran. Jadi, nanti kami tangani setelah ada pergeseran anggaran. Targetnya, akhir bulan ini sudah ada penanganan di sana,” terang Nugroho.
Nugroho merinci, estimasi anggaran yang disiapkan untuk perbaikan ini mencapai Rp2,5 miliar. Fokus perbaikan akan diarahkan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah dengan menggunakan konstruksi hotmix melalui mekanisme pemeliharaan rutin.
“Kalau Sale itu perhitungan rencana sekitar Rp2,5 miliar. Ada dua atau tiga spot yang perlu diperbaiki. Konstruksinya menggunakan hotmix melalui mekanisme pemeliharaan rutin jalan,” ungkapnya.
Saat ini, DPU Taru Kabupaten Rembang tengah merampungkan sejumlah agenda pemeliharaan di beberapa lokasi lain, seperti di Kecamatan Sumber, Kecamatan Rembang, dan Desa Labuhan Kidul. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, fokus penanganan akan dialihkan sepenuhnya ke ruas Sale–Tahunan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan akses transportasi masyarakat setempat.(*)
