JAKARTA (Astara.news) – Suasana di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta mendadak riuh oleh antusiasme para pelajar pada Selasa (2/6/2026). Hari itu, Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di tengah-tengah mereka untuk memastikan berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah prioritas pemerintah demi memenuhi hak gizi generasi penerus bangsa.
Kedatangan Kepala Negara langsung disambut dengan sorak-sorai dan sapaan ceria dari para siswa yang telah setia menanti di lapangan. Energi positif khas anak muda menyelimuti lingkungan sekolah, diiringi senyuman hangat dan lambaian tangan Presiden Prabowo yang membalas sapaan mereka satu per satu.
Tidak hanya melakukan tinjauan formal, Presiden memilih untuk berbaur lebih dekat. Ia menyusuri lorong-lorong dan masuk ke sejumlah ruang kelas untuk melihat efektivitas program ini secara langsung. Sebuah pemandangan istimewa tersaji di salah satu ruangan, di mana Kepala Negara tak segan untuk duduk dan turut menyantap hidangan bergizi bersama anak-anak.
Momen keakraban terus berlanjut di ruang kelas lainnya. Tanpa ada jarak, Presiden Prabowo mengajak para siswa berbincang santai, memancing semangat mereka untuk berani menggantungkan mimpi setinggi langit. Pertanyaan sang Presiden pun disambut dengan acungan tangan antusias dari berbagai sudut meja belajar.
“Siapa yang mau jadi dokter? Siapa yang mau jadi insinyur? Siapa yang mau jadi guru? Siapa yang mau jadi pemain bola?,” ujar Kepala Negara.
Pertanyaan tersebut memantik interaksi yang mengalir penuh keakraban dan diselingi canda tawa, mencairkan suasana kelas menjadi sangat hidup. Menyempurnakan hari yang berkesan itu, Presiden dan para siswa turut melantunkan lagu “Hymne Guru” bersama-sama.
Di SMPN 111 Jakarta, Program Makan Bergizi Gratis terbukti tak sekadar tentang menghidangkan makanan sehat di atas meja. Lebih dari itu, langkah ini menjadi simbol pemupuk harapan—sebuah pesan tegas bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan dan pijakan yang sama untuk bermimpi besar demi merajut masa depan bangsa.
