JAKARTA (Astara.News) – Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 yang mencapai 5,89 persen mendapat apresiasi dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Balai Kartini Grand Ballroom Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain pertumbuhan ekonomi yang melampaui angka nasional sebesar 5,61 persen, program swasembada pangan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menuai pujian dari berbagai pihak.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi menyebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memiliki strategi yang terukur dalam mengembangkan sektor pangan sesuai potensi daerah.
“Pak Luthfi punya program padi dan jagung (swasembada pangan) yang mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Frederica saat membuka acara.
Menurutnya, langkah yang dijalankan Pemprov Jateng menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Karena itu, OJK juga mendorong sektor jasa keuangan agar ikut mendukung program-program strategis di daerah.
Data produksi padi Jawa Tengah hingga April 2026 tercatat mencapai 4.696.422 ton atau sekitar 44,48 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prognosa produksi padi periode Januari–Juni 2026 mencapai 5.674.991 ton Gabah Kering Giling (GKG), menempatkan Jawa Tengah di posisi kedua nasional setelah Jawa Timur.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, berbagai langkah telah dilakukan untuk menjaga target swasembada pangan 2026 tetap tercapai, termasuk menghadapi potensi musim kemarau panjang.
Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah diinstruksikan memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian tetap aman.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan regenerasi petani melalui program petani milenial yang dijalankan lewat Program Kecamatan Berdaya bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Di sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah daerah juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan, akses permodalan, hingga pendampingan pemasaran produk.
Ahmad Luthfi menilai keberhasilan sektor pangan turut berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang akhirnya ikut menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto turut memberikan apresiasi atas capaian ekonomi Jawa Tengah yang berada di atas rata-rata nasional.
“Kalau daerah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, akan jadi bandul (memperberat),” ujarnya.
Dalam konferensi tersebut, Ahmad Luthfi juga didapuk menjadi salah satu narasumber oleh OJK untuk memaparkan capaian dan strategi Jawa Tengah dalam mewujudkan swasembada pangan.(*)
