SEMARANG (Astara News) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan pentingnya kontribusi nyata para insinyur dalam mendukung pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan dan berbasis solusi teknis.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Kantor Sekretariat Persatuan Insinyur Indonesia Kota Semarang di Jalan Mutiara Arteri C5 Semarang, Rabu (13/5/2026).
Menurut Agustina, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi keinsinyuran menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan perkotaan.
“Keberadaan kantor Sekretariat PII di Semarang ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah kota,” kata orang nomor satu di Kota Semarang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekjen PII Pusat Dr Ir Teguh Haryono ST MBA IPU ACPE ASEAN Eng, Ketua PII Jawa Tengah Dr T Ir Herry Ludiro Wahyono ST MT IPU ASEAN Eng, serta Ketua Pengurus Cabang PII Kota Semarang Dr Supari ST MT beserta jajaran.
Agustina menjelaskan, integrasi antara dunia pendidikan dan praktik keinsinyuran diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi untuk menyelesaikan persoalan perkotaan, mulai dari tata ruang hingga sistem drainase.
Ia juga menilai tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut para insinyur terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas profesionalnya.
“Kita butuh kontribusi nyata dan pemikiran teknis para insinyur untuk memastikan pembangunan di Kota Semarang berjalan tepat guna dan bermanfaat bagi warga,” tambahnya.
Selain itu, keberadaan kantor sekretariat baru tersebut diharapkan dapat menjadi pusat konsolidasi sekitar 4.000 insinyur yang terdaftar di Kota Semarang agar semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap, dengan fasilitas yang kini tersedia di Semarang, tercipta akselerasi pembangunan yang lebih matang dan berbasis data teknis yang kuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang PII Semarang Dr Supari ST MT berharap sinergi antara PII dan Pemerintah Kota Semarang dapat melahirkan berbagai solusi keinsinyuran yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Harapannya bersama-sama merumuskan solusi-solusi keinsinyuran yang tepat untuk Kota Semarang, sehingga Kota Semarang akan menjadi kota yang semakin maju dan terakselerasi,” tandas Rektor Universitas Semarang.(*)
