DEMAK (Astara.news) — Sebanyak 21 sanggar tari dari berbagai wilayah di Kabupaten Demak tampil memukau dalam Pekan Kebudayaan Daerah yang digelar untuk memperingati Hari Tari Sedunia. Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Demak pada Sabtu (19/4/2026) hingga Minggu (19/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang diimplementasikan di tingkat daerah. Menurutnya, acara tersebut menjadi sarana untuk mempromosikan sekaligus mengapresiasi seni tari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tari kepada masyarakat luas,” kata Haris.
Beragam pertunjukan ditampilkan dalam ajang tersebut, mulai dari seni tari tradisional, seni barongan, hingga drama tari. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah pementasan tokoh Srikadi Krida, hasil kolaborasi sejumlah sanggar seni di Demak.
“Kami juga mengapresiasi kolaborasi sanggar-sanggar seni, yang mampu menghadirkan pertunjukan kreatif dan inovatif,” tambahnya.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya daerah. Ia mengaku bangga atas berkembangnya sanggar-sanggar seni di wilayahnya.
Menurutnya, pekan kebudayaan daerah memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya kepada masyarakat sekaligus memperkuat identitas dan kebersamaan.
“Pemerintah Kabupaten Demak juga memiliki komitmen untuk terus mendukung keberadaan sanggar seni, sebagai upaya melestarikan budaya daerah, karena sudah menjadi kewajiban kami untuk terus mendukung sanggar seni agar budaya kita tetap lestari,” kata Eisti.(*)
