SEMARANG (Astara.news) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menghadiri kegiatan silaturahmi Ramadan melalui agenda Tarawih Keliling bersama keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Minggu (8/3/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan 300 Al-Qur’an kepada para warga binaan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menghadirkan pesan harapan dan semangat memperbaiki diri di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa Ramadan selalu membawa pesan universal tentang kesempatan bagi setiap manusia untuk menata kembali langkah kehidupan menuju arah yang lebih baik.
“Ramadan selalu datang membawa pesan yang sama, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk maju, memperbaiki diri, menata ulang langkah, dan membuka lembaran kehidupan yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para warga binaan.
Ia juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan di Lapas Perempuan Bulu. Menurutnya, kegiatan seperti urban farming, pelatihan pembuatan roti, hingga fasilitas salon kecantikan merupakan bentuk pembinaan yang positif untuk membekali keterampilan para warga binaan.
Agustina berharap keterampilan yang diperoleh selama masa pembinaan dapat menjadi bekal ketika para warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Saya yakin panjenengan semua dapat menjalani hari-hari di sini dengan baik. Manfaatkan waktu untuk mencari bekal. Kalau sudah memiliki ilmu dan keterampilan, nanti di luar bisa menjadi entrepreneur,” katanya memberi semangat.
Selain menyapa warga binaan, Agustina juga memberikan apresiasi kepada para petugas Lapas yang dinilai telah menjalankan tugas dengan dedikasi dan empati. Ia menilai peran petugas tidak hanya sebagai aparatur yang menjalankan tugas administratif, tetapi juga sebagai pendamping bagi warga binaan dalam proses pembinaan.
“Tantangan bagi para petugas seringkali adalah menjadi tempat berbagi cerita dan sandaran bagi mereka yang sedang rapuh. Ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pegawai, tetapi juga menjalankan peran kemanusiaan yang sangat mulia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Ade Agustina, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap proses pembinaan warga binaan.
Ia menuturkan suasana kebersamaan dan toleransi di lingkungan Lapas terus dijaga sebagai bagian dari upaya pembinaan yang humanis.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi hal yang sangat penting. Karena itu kami, baik warga binaan maupun pegawai, sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Melalui kegiatan tarawih keliling ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat Ramadan dapat menjadi ruang refleksi, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan harapan bagi setiap orang untuk terus melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. (*)
