SEMARANG (Astara.news) – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan indikator kunci keberhasilan berbagai program strategis nasional. Menurutnya, apabila pelaksanaan program pemerintah berjalan optimal di Jawa Tengah, maka dampaknya akan terasa secara nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat memimpin Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).
“Biasanya kalau Jawa Tengah sukses, seluruh Indonesia juga ikut sukses. Kuncinya Indonesia itu ada di Jawa Tengah,” ujarnya.
Zulhas mengapresiasi soliditas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, beserta para kepala daerah di 35 kabupaten/kota dalam mendukung kebijakan pusat, khususnya di sektor pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemenuhan gizi, melainkan strategi besar membangun sumber daya manusia sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat. Tahun 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Kalau satu anak makan satu telur sehari, berarti kita butuh 82,9 juta telur per hari. Artinya peternak, petani, semua ikut bergerak. Inilah gerakan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zulhas mendorong integrasi pelaksanaan MBG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, BUMDes, serta pelaku UMKM agar pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru lahir dari desa dan kelurahan.
Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyukseskan program prioritas nasional tersebut.
“Program MBG bukan sekadar pemberian makan bergizi, tetapi investasi strategis membangun SDM sekaligus mendorong ekonomi di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Tengah dinilai siap menopang kebutuhan program melalui penguatan produksi serta perlindungan lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan berkelanjutan. (*)
