JAKARTA (Nuraga.id) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penambahan kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk SPBU swasta pada tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU swasta tetap aman dan lancar.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan meski jumlah pasti penambahan kuota belum diumumkan, kenaikan tahun ini diperkirakan hampir sama dengan 2024 dan 2025, yaitu sekitar 10 persen dibanding kuota tahun sebelumnya.
“Mirip lah, hampir sama dengan tahun sebelumnya,” ujar Laode saat ditemui di Gedung BPH Migas, Selasa (6/1/2026).
Laode menambahkan, SPBU swasta sudah melakukan pengajuan impor BBM sejak akhir 2025, sehingga stok BBM di SPBU swasta dipastikan akan segera terisi. “Kalau pengajuannya sudah dilakukan jauh-jauh hari, sebelum Desember mereka sudah mengajukan,” katanya.
Meski demikian, Laode belum bersedia mengungkapkan nama-nama SPBU swasta yang sudah mengajukan kuota tambahan. Ia menegaskan, pemerintah tidak menghentikan impor BBM sehingga pasokan dapat kembali normal.
Kebijakan penambahan kuota impor BBM ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga kestabilan pasokan energi di dalam negeri, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung kelancaran distribusi BBM bagi sektor transportasi dan industri.
Dengan langkah ini, diharapkan SPBU swasta tidak mengalami kekosongan stok BBM sehingga layanan kepada masyarakat tetap optimal sepanjang tahun 2026. (*)
