SEMARANG (Astara.news) – Sebanyak 18 stan UMKM asal Jawa Tengah akan meramaikan pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Beragam produk unggulan dan kekhasan daerah Jawa Tengah akan ditampilkan dalam ajang tersebut. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong agar setiap stan tidak hanya menampilkan satu jenis produk.Menurut Nawal, potensi dan kekhasan dari masing-masing daerah perlu ditampilkan secara lebih beragam agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan produk khas Jawa Tengah.
Karena itu, Nawal meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng bersama Dekranasda kabupaten/kota memaksimalkan proses kurasi produk yang akan dibawa ke Kriyanusa 2026.
Ia menilai setiap daerah memiliki potensi yang dapat ditonjolkan dalam pameran tersebut. Salah satunya Kabupaten Klaten yang rencananya membawa satu brand lokal, yakni Yoga Art dengan produk kain tenunnya.
Menurut Nawal, produk UMKM lain yang memiliki keunikan juga dapat ditampilkan sehingga satu stan atau perwakilan daerah tidak hanya bergantung pada satu produk.
“Mungkin dalam satu kabupaten itu bisa menghadirkan beberapa UMKM, yang bisa kemudian dijadikan pilihan,” kata Nawal, saat Rapat Koordinasi Persiapan Kriyanusa 2026, di Ruang Rapat A2 Kantor Gubernur Jateng, Rabu (9/9/2026).
Adapun 18 stan yang akan mengikuti Kriyanusa 2026 berasal dari Dekranasda Jateng serta sejumlah Dekranasda kabupaten/kota. Di antaranya Wonogiri, Boyolali, Klaten, Pemalang, Sragen, Sukoharjo, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Surakarta, dan Kota Semarang yang memiliki dua stan.
Keikutsertaan UMKM Jawa Tengah juga melibatkan BUMD dan unsur lainnya. Di antaranya lima stan UMKM binaan Bank Indonesia Jateng, Baznas Jateng, Bank Jateng (Perseroda), serta BPR BKK Jateng (Perseroda).
“Kita bisa lihat contohnya di sini misalnya Bank Indonesia bawa lima UMKM. Dari dari Rembang ada Seruni Mas, ada Tenun Ikat Dewi Sinta Jepara. Ini menurut kami lebih banyak pilihan, sehingga tidak monoton,” ungkap Nawal.
Nawal menegaskan, keikutsertaan UMKM dalam Kriyanusa 2026 tidak hanya bertujuan menampilkan produk unggulan daerah. Ia berharap pameran tersebut juga mampu membuka peluang transaksi sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM.
Untuk mengetahui hasilnya, masing-masing stan diminta mencatat transaksi dan penjualan selama pameran berlangsung. Setelah kegiatan berakhir, Nawal meminta dilakukan evaluasi untuk melihat capaian penjualan serta perkembangan pendapatan UMKM dari masing-masing daerah.
“Setelah adanya Kriyanusa, ini tetap dibuat ada evaluasi ya. Misalnya nanti saya selalu memantau dari kabupaten per kabupaten itu dia pendapatannya sampai seberapa,” ucap istri Wagub Jawa Tengah tersebut.
Sementara itu, Kepala Disperindag Jateng July Emmylia mengatakan, Anjungan Jawa Tengah dalam Kriyanusa 2026 akan bertempat di Hall B JICC Senayan, Jakarta.
Anjungan tersebut akan menampilkan beragam wastra, kriya, serta produk kerajinan daerah lainnya.Selain pameran, rangkaian Kriyanusa 2026 juga akan diisi parade pakaian wastra yang diperagakan oleh Ketua Dekranasda kabupaten/kota yang memiliki stan di Kriyanusa.
Parade tersebut akan digelar pada hari pembukaan, 28 September 2026.Sementara pada penutupan, 30 September 2026, akan dilaksanakan parade pakaian daerah oleh Ketua Dekranasda provinsi seluruh Indonesia.
Busana yang diperagakan menggunakan wastra dari masing-masing daerah. Adapun ketentuannya meliputi pakaian yang sopan dan tidak transparan, bukan pakaian adat pernikahan, tidak menggunakan aksesori secara berlebihan, tidak membawa atau menggunakan senjata tajam tradisional atau sejenisnya, serta tidak menggunakan pakaian yang panjang melantai atau menjuntai di lantai.
“Untuk Ketua Dekranasda Provinsi desain menggunakan pakaian daerah dengan desain formal. Untuk Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota menggunakan pakaian daerah dengan desain smart casual,” beber Emmy.(*)
